Di era hyper-connectivity, kehidupan kita sehari-hari dihujani oleh aliran informasi yang tak pernah berhenti. Istilah brainrot—yang semula lahir sebagai lelucon internet atas penurunan daya konsentrasi akibat konten dangkal, yang kini menjadi krisis kognitif nyata di tengah masyarakat. Tanpa sadar, rentang perhatian (attention span) kita semakin singkat, daya kritis tergerus, dan waktu kita tersedot oleh tombol scroll tanpa akhir.
Buku Anatomi Brainrot: Membedah Algoritma, Menata Literasi Digital di Era Informasi Bising menjadi panduan kritis sekaligus praktis untuk memahami fenomena ini. Buku ini mengupas bagaimana arsitektur platform digital dan ekonomi atensi (attention economy) secara sistematis meretas psikologi manusia. Buku ini pun menawarkan jalan keluar praktis bagi siapa saja—pekerja, orang tua, generasi muda, dan masyarakat umum—untuk ‘merebut’ kembali kendali atas pikiran, waktu, dan kesehatan kognitif di era digital.


0 Komentar