Senin, 21 November 2022

Langkah-langkah Netnografi

 


Buku yang mengetengahkan langkah-langkah Metode Netnografi secara rinci

 

 

1Langkah-langkah Penelitian Netnografi

Netnografi yang awalnya ditujukan sebagai alat analisis marketing, saat ini terus berkembang dan digunakan pada riset-riset berbagai disiplin ilmu, semisal  pendidikan, ilmu komputer, psikologi, sosiologi, antropologi, geografi, tata kota, pariwisata, perhotelan, studi gender, kesehatan dan lainnya. Pada dasarnya, langkah-langkah penelitian netnografi relatif sama untuk setiap disiplin ilmu yang dilibatkan.

Bab ini akan mengungkap langkah-langkah melakukan penelitian netnografi dan berbagai pengembangan metode netnografi.

Tahap penelitian netnografi

Dalam realisasi penelitian netnografi terdapat 12 tahap proses penelitian (Kozinets, 2015). Tahap ini melibatkan prinsip-prinsip etika, profesionalisme dan kebenaran metode penelitian menjadi satu kesatuan yang holistik dengan mempertimbangkan kerangka komunikasi saat ini, diantaranya:

Tahap introspeksi

Peneliti harus merefleksikan peran penelitian dalam proyek kehidupan nyata, tema dan situasi saat ini sebagai haluan dalam mengungkap informasi.

Tahap Investigasi

Peneliti merancang dan mengembangkan pertanyaan penelitian netnografi, dengan mempelajari situs web yang berisi banyak informasi seperti topik atau orang. Dengan menggunakan cara yang tepat, penelitian dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Tahap informasi

Peneliti harus meningkatkan penilaian perihal aspek etis bahkan pada tahap awal ide penelitian harus dilakukan dan menyadari praktik penelitian etis yang berterima.

Tahap wawancara

Sejumlah orang atau situs web ditemukan untuk diselidiki, kemudian dilakukan wawancara, apakah ada kecocokan dengan penelitian atau kebutuhan.

Tahap Inspeksi

Penelitian membuat pilihan situs tertentu yang akan diselidiki. Berbagai proses inspeksi bisa melibatkan jenis skema, topik, orang, dan bahkan grup atau kombinasi lainnya.

Tahap interaksi

Tingkat partisipasi peneliti dalam interaksi online harus direncanakan. Selanjutnya, peneliti dapat menciptakan objek untuk kepentingan interaksi, bisa berupa situs web atau suatu akun online.

Tahap pendalaman (Immerse)

Menyelami, mendalami, dan melibatkan diri secara alamiah dalam aktivitas online, mencakup suatu situs web, topik dan juga konten.

Tahap pengindeksan

Jumlah data yang dapat diandalkan dikumpulkan melalui berbagai sumber yang relevan. Peneliti perlu berfokus pada data kecil, dan dengan hati-hati memilih jumlah yang lebih kecil dari data berkualitas  yang digunakan untuk mengungkapkan dan menunjukkan aspek-aspek penting dari data tersebut.

Tahap interpretasi

Analisis interpretasi, atau "interpenetrasi" dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Metode lain mungkin melibatkan seperti: metode humanistik, fenomenologis, eksistensial, hermeneutik, teori bahasa dapat digunakan tergantung dari peneliti.

Tahap iterasi

Peneliti terus menginterpretasikan dan mencari wawasan, aturan umum, pola, dan pertanyaan penelitian. Kemudian kembali ke lokasi lapangan, mendapatkan kembali data, menilai literatur, mencari para kontributor, mencari jawaban, mengajukan pertanyaan, melakukan representasi, dan menggagas ide.

Tahap Instansiasi

Penelitian netnografi diskemakan pada ruang dan waktu dengan cara tertentu. Ia dapat berbentuk salah satu dari empat tipe ideal, seperti: simbolik, otomatis, digital, humanistik untuk memandu representasi yang digunakan.

Tahap Integrasi

Hasil netnografi diidentifikasi dan selanjutnya akan diukur. Hal ini berkaitan dengan mengintegrasikan temuan dan diskusi dengan tindakan yang tepat dengan ruang lingkup yang lebih luas.

dst...


Beli buku klik di sini

 

NETNOGRAFI- Penelitian Etnografi Digital pada Masyarakat Modern

 Sinopsis

Buku NETNOGRAFI- Penelitian Etnografi Digital pada Masyarakat Modern merupakan buku yang akan mempertajam  penelitian Anda sewaktu meneliti perihal  kelompok, komunitas atau organisasi yang terkait dengan budaya yang ada di dalamnya. Pada dasarnya buku ini mengetengahkan penelitian etnografi, etnografi digital dan netnografi sehingga jelas perbedaan diantara ketiganya.

Seiring perkembangan jaman, penelitian masa kini tidak lagi hanya mengandalkan penelitian etnografi semata, dimana perkembangan komputer dan jaringan internet mengubah aktivitas komunikasi tradisional menjadi aktivitas digital.

Banyak manfaat penelitian netnografi, diantaranya: sebagai cara untuk mengeksplorasi perilaku konsumen, mengidentifikasi selera generasi milenial, memprediksi tren, mempelajari budaya digital tertentu, membuat kebijakan digital dsb.

Hal unggulan  yang dibahas dalam buku ini:

  • Dasar penelitian etnografi, etnografi digital, netnografi dan variasi penelitian netnografi
  • Budaya digital & Budaya Internet
  • Langkah-langkan terinci penelitian modern era digital
  • Sumber-sumber penelitian data digital
  • Contoh-contoh penelitian    

Dr. Feri Sulianta, S.T., M.T., MOS, MTA, CPC, CNNLP, CPRM, CSEM, CFLS mengawali karir sebagai Chief Information Officer, saat ini ia mengajar di beberapa perguruan tinggi dan menggeluti peran sebagai life coach. Kegemarannya menulis membuatnya didapuk MURI(2016) sebagai penulis buku Teknologi Informasi terbanyak. LEPRID (2018) memberikan apresiasi sebagai Penulis dengan Kategori Buku Terbanyak, 19 kategori untuk 88 buku. Hingga kini Feri Sulianta sudah memublikasikan lebih dari 100 judul buku.

0 komentar:

Posting Komentar

Hubungi saya

Phone :

+62

Address :

Bandung
Indonesia

Email :

author@ferisulianta.com