Teknologi digital telah menyatu dengan kehidupan manusia modern. Melalui layar gawai, media sosial, dan jaringan internet, manusia kini bekerja, berkomunikasi, membangun identitas, serta memaknai dunia. Namun, di balik kemudahan dan kecepatan tersebut, muncul pertanyaan mendasar: bagaimana sebenarnya manusia mengalami dunia digital? Buku Fenomenologi Digital mengajak pembaca memahami pengalaman digital dari sudut pandang fenomenologi, sebuah pendekatan filsafat yang berfokus pada pengalaman manusia sebagaimana dialami secara langsung.
Buku ini memperkenalkan fenomenologi sebagai aliran pemikiran dan metode keilmuan, penerapannya dalam berbagai disiplin ilmu dan menghadirkan fenomenologi digital sebagai upaya memahami pengalaman manusia di tengah perkembangan teknologi informasi dan dunia siber.
Pembaca diajak untuk menyelami bagaimana kesadaran, identitas, ruang, dan waktu mengalami perubahan dalam lingkungan digital. Fenomena seperti media sosial, realitas virtual, kecerdasan buatan, dan ruang siber tidak hanya dibahas sebagai produk teknologi, tetapi sebagai bagian dari pengalaman hidup manusia sehari-hari.
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, dan pembaca umum yang ingin memahami dunia digital dengan reflektif. Fenomenologi Digital bukan sekadar membahas teknologi, melainkan mengajak pembaca menyadari kembali posisi manusia sebagai subjek yang mengalami, merasakan, dan memberi makna di era digital.


0 Komentar