
“Serat Kebatinan” adalah kumpulan puisi yang berisi rekam jejak perjalanan batin manusia dalam mencari jati diri—sebuah pencarian yang tidak selalu terang, tidak selalu pasti, dan sering kali menuntut kehilangan sebelum menemukan.
Setiap puisinya menghadirkan fragmen perjalanan: perjumpaan dengan guru yang tak mengajar, pergulatan dengan nafsu yang tak terlihat, kesunyian yang menyingkap kebenaran, hingga kesadaran bahwa diri bukanlah sesuatu yang dapat sepenuhnya dimiliki.
Buku ini tidak menawarkan jawaban, melainkan membuka ruang perenungan, mengajak pembaca untuk melangkah perlahan, menanggalkan yang tidak perlu, dan berani menghadapi sunyi sebagai bagian dari proses memahami diri.
Penting dipahami, buku ini bukan tentang menemukan tujuan akhir, tetapi tentang menyadari bahwa perjalanan itu sendiri adalah bentuk pengetahuan yang paling jujur—sebuah laku sunyi menuju diri yang tak pernah benar-benar dapat dinamai.


0 Komentar