
Di era media sosial, istilah POV (Point of View) menjadi semakin populer dan digunakan dalam berbagai bentuk konten. Dari video singkat hingga narasi digital, POV digunakan untuk menggambarkan pengalaman tertentu dan mengajak audiens melihat dunia dari sudut pandang tertentu.
POV bukan sekadar tren. Ia merupakan bagian dari cara manusia memahami realitas.
Buku ini mengajak pembaca untuk melihat POV dari perspektif yang lebih luas, dengan menghubungkannya pada semiotika—ilmu tentang tanda dan makna—serta psikologi dan komunikasi. Melalui pendekatan ini, pembaca akan memahami bahwa apa yang mereka lihat bukanlah realitas yang objektif, melainkan hasil interpretasi terhadap tanda-tanda yang ada di sekitar mereka.
Di dalam buku ini dibahas bagaimana POV terbentuk, bagaimana ia memengaruhi cara berpikir dan pengambilan keputusan, serta bagaimana fenomena POV di media sosial berperan dalam membentuk persepsi publik. Selain itu, buku ini juga menyoroti sisi positif dan negatif dari POV, termasuk potensi bias, manipulasi makna, serta keterbatasan perspektif manusia dan setiap realitas selalu mengandung makna yang dikonstruksi.


0 Komentar